Rabu, 26 Januari 2011

well i love them


well, setelah bersibuk ria dengan tugas TIK, yaitu memodifikasi blog. 
Sekarang waktunya posting yang berupa story.gak kerasa sekale sekarang aku sudah duduk di bangku SMA tepatnya kelas 11 IPA.  

Berawal dari tamat SMP, aku memilih sman3uggln oki menjadi sekolah ku nanti. Berbeda dengan teman-teman ku SMP yang notabenya mereka memilih smansa atau jubel.tepat tanggal 18 JUNI 2009 menjadi ultah terindh utk ku plus menyedihkan ! Kenapa ? pertama hari itu adalah hari farewell party jubel, mana ngisi acara dua sesi . jadi paduan suara sama temen2 , trus perwakilan kelas utk tmpil nyanyi, hahaa lucu kalo ngingetnya. hari itu juga aku merasa tiga tahun yang ku lewati begitu cepat. 

banyak orang bilang masa smp adalah masa mencari jati diri, dan aku mengakuinya! masa itu aku masih polos (ga mungkin) haha, trus masa coba-coba atau masa ucak-ucak. bersama temen yang gak akan pernah aku lupain , aku pun terharu ketika aku jatuh sakit mereka sangat peduli dengan ku meski sudah ga satu sekolah. mereka rela ngeluangin waktunya untuk aku. BIG THANK FOR YOU ALL.  

setiap ada libur kita selalu jalan bareng atau kumpul drumh temen, dan markas besar kita adalah rumahnya ongek (red). kalo pun kt krmh ongeeek kt paling liat vidio nya ongek yg seabrek, filmnya yg msh baru-baru belum dtontonin, atau liat-liat komik setumpuknya, but satu yang ga bsa kita lupain what's that ? makanan, hha maklum rata-rata bohay semua (except me) hwhwhw.so pas lbur smstr kmrn kta kumpul drmh ongeeek, disana janjian jam 1, plus bawa uang sepuluh rebai alah-alah, nunggu angieeeeng (red) lama sekale, so dia cepet2 ke rmh ak masih pake baju skola , mana belum makan, yaudiin langsung aja cau ke rumah ongeek , disana trnyata anak-anak pada kelaperaaaan, untgnya noda (red) bawa kendaraan, akhrnya difak (red) menemani noda beli makanan, dengan modal uang sepuluh rebaai kita bisa beli zupa, somay dago, etc. well kenyaaang sekali. rncana selanjutnya kt nntn breng, dengan jdul film hair extnsion b japan, ih serem sekaleee pada histeris kayak kebakaran jenggot



friendship never end, i love you all

Selasa, 30 November 2010

SUMMER HABIT IN JAPAN



Summer is the season for festivals large scale in Japan. Supported by good weather and a long weekend, this season became the season's most 'alive'. Tank top and shorts super-short was a favorite, knowing the heat. Night yukata (summer kimono) complete with uchiwa (fan) and geta (wooden sandals) is the appropriate dress to go to the festival (Natsu Matsuri) in the Temple.
This festival rang with merchants who lined the road, illuminated by hundreds chuochin (lanterns). The merchants sell a variety of toys, omen (mask), furin (klintingan), snacks like wataame (candy cotton) and kakigori (shaved ice) or foods such takayoki (octopus grilled), yakitori (chicken kebabs), Okonomiyaki (a type of martabak eggs filled at will we), yakitomorokoshi (roasted corn), etc.. Additionally, the festival also rang with a variety of traditional games. Among these, the most popular is kingyo sukui (catching goldfish). But summer tisak was complete without hanabi taikai (festival of fireworks).




Friends with Insects


This long holiday season the Japanese people used to hold a variety of interesting events. Most of the activities in direct contact with nature. Like for example, for the children, they would like to collect competed variety of insects. The sight of children carrying fishing nets and insect boxes, a typical part of summer in Japan.


"King" of insects in the summer is the favorite kabutomushi, or known in Indonesia with the title of coconut beetles. They competed in looking at the trees in the gardens around their homes, even some who deliberately go into the forest gang as a form of recreational activity groups. In addition to his own, shops pet toy stores also usually sell these insects. The price is relatively expensive, ranging between Y2.000 - Y10.000, or about Rp160.000-Rp800.000 perekor. Even some of the special type, the market price could reach about tens of millions of dollars. Kabutomushi from Indonesia, generally comes from Sumatra, Kalimantan and Sulawesi, is also quite popular and mainstream.
Japanese people used to play a power struggle between kabutomushi, as in Indonesia there cockfighting game. Form of the game like a sumo match. Made a circle as an arena to compete, and the two animals have raised dipertandingkan opponent to get out of the circle, or turn around your opponent plays back up to down, feet above. Which survive in the circle or stay in a standing position is perfect, that's the winner. Several television channels to make this event as their special show.


Senin, 29 November 2010

AFS (American Field Service)

Program AFS sudah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956. AFS didirikan oleh dua orang Amerika yang merupakan supir ambulance pada Perang Dunia II. Awalnya, program ini hanya mengundang sukarelawan untuk membantu tim medis dalam perang. Namun setelah itu program dijadikan sebagai program pertukaran pelajar/pemuda dari berbagai negara ke Amerika, dan dari Amerika ke berbagai negara. Sekarang, program AFS tidak hanya ke atau dari Amerika saja, tetapi dari berbagai negara ke negara lain, tetap dengan nama AFS.


Hingga saat ini AFS telah mempertukarkan lebih dari 220.000 peserta program dari 54 negara di dunia. Program pertukaran pelajar AFS ini dilakukan dalam rangka menciptakan saling pengertian dan persahabatan agar terwujud perdamaian dunia.


Melalui program bertenggang waktu kurang lebih sebelas bulan ini, siswa Indonesia yang memenuhi persyaratan mempunyai kesempatan untuk tinggal bersama keluarga angkat di suatu negara asing dan bersekolah di SMU setempat. Pengalaman yang didapat selama program akan memperkuat kemampuan berbahasa, pengembangan karakter pribadi, dan ketrampilan kepemimpinan.


Minggu, 28 November 2010

pempek "makanan kito"

Mungkin banyak yang belum tahu sejarah makanan khas yang terkenal dari Palembang, Pempek. Dibalik kegurihannya tersimpan sejarah yang unik.Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek“, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. 



Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

waktu by:khalil gibran

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.


Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.



Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.




Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Sabtu, 27 November 2010

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK



A. Spektrum Gelombang Elektromagnetik


1. Penemuan Gelombang Elektromagnetik
Pada zaman Newton, orang telah , mengetahui bahwa cahaya merambat lurus. Orang juga telah mengetahui bahwa ketika cahaya mengenai bidang batas antara dua medium tembus cahaya, cahaya tersebut dibiaskan. Untuk menjelaskan kedua fenomena tersebut , Newton menganggap bahwa benda-benda bercahaya menembakkan sejumlah partikel ke segala arah. Partikel-partikel itu tidak bermassa, sehingga tidak dipengaruhi gaya gravitasi.
Pada tahun 1804, Thomas Young (1774-1829), ilmuwan Inggris, berhasil mendemonstrasikan interferensi cahaya, yaitu fenomena di mana dua sumber cahaya koheren yang dihasilkan oleh celah ganda membentuk pita terang dan pita gelap.
Augustin Fresnel (1788-1827), ilmuwan Perancis, melakukan percobaan yang mirip dengan percobaan interferensi Young. Bahkan, Fresnle-lag yang berjasa dalam memberikan teori matematika tentang interferensi dan difraksi cahaya.
Kegagalan teori partikel cahaya Newton menjelaskan interferensi cahaya menyebabkan Young dan Fresnel mengemukakan teori gelombang transversal cahaya. Keduanya memandang cahaya sebagai gelombang transversal yang merambat melalui suatu medium. Pada saat itu orang telah mengetahui bahwa cepat rambat cahaya dalam vakum adalah c=3x108m/s.
Bila kita melihat perambatan media listrik dan medan magnetik pada satu arah saja, lukisan perubahan medan listrik dan medan magnetik menghasilkan gelombang elektromagnetik. Medan listrik dan medan magnetik selalu saling tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang. Jadi, gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
Maxwell menemukan bahwa cepat rambat gelombang elektromagnetik , c, dapat dinyatakan oleh


Dengan
c = cepat rambat gelombang elektromagnetik (m/s)
0 = permeabilitas vakum = 4µ x Wb A-1 m-1
ε0 = permitivitas vakum = 8,85418 x 10-12 C2 N-1 m-1

Jumat, 26 November 2010

Kedatangan anak menteng dalam

Cukup banyak informasi dari media tentang latar belakang kehidupan sang presiden Amerika Serikat keturuan Afroamerika pertama ini. Yang pasti dan jelas, beliau adalah anak Menteng Dalam, Jakarta Pusat. Tulisan singkat ini tidak membahas aspek lain dari Obama, kecuali aspek kehidupan pribadi sebagai mantan ”anak Menteng Dalam” itu.  Tidak aspek ideal yang muluk-muluk seperti cacat kebijakan politik luar negeri yang telah diambilnya, tidak juga aspek hubungan antarnegara dan posisinya sebagai tamu sebagaimana tamu-tamu lain. Tidak!! Tulisan ini hanya akan menuturkan cetusan hati penulis tentang fenomena pribadi anak Menteng Dalam itu, dan apa yang dapat kita petik darinya.

Pertama, semuanya memang bisa terjadi. Jika Tuhan telah menentukan, maka semuanya bisa terjadi, walaupun sudah barang tentu semua memalui sunatullah-Nya. Dalam hal ini, Allah SWT tidak pernah diskriminatif. Siapa pun bisa menjadi apa, termasuk menjadi presiden, sesuai dengan hukum sunatullah-Nya. Memang, boleh jadi kita dapat menjadi heran. Anak Menteng Dalam, yang pernah tinggal selama empat tahun di Indonesia, negara sedang berkembang, dalam perjalanan hidupnya dapat menjadi presiden negara adidaya. Subhanallah! Sungguh. Itulah perasaan yang terbesit di dalam hati ini.  Sungguh, negara yang terkenal dengan ”In God we trust” ini pun memang masih benar-benar percaya bahwa fenomena Obama menjadi presiden AS itu juga merupakan bagian kekuasaan Tuhan yang harus diterima. Bahwa Obama adalah seorang keturunan Afroamerika, bahwa Obama adalah anak Menteng Dalam Jakarta, tidaklah akan menjadi penghalang bagi Allah untuk menjadikan Obama sebagai presiden Amerika Serikat. Pelajaran yang dapat kita petik dari fenomena ini adalah kita harus menerima bahwa semuanya memang bisa terjadi, kun fayakun. Manusia memang harus berusaha, tetapi Tuhan pula yang menentukan. Men proposes, but God disposes.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Themes by: Simple-Blogskins. Powered by Blogger